‘Keajaiban-keajaiban Politik Terbaru’ Indonesia

INDONESIA adalah negeri yang ajaib. Selain punya berbagai peninggalan benda-benda sejarah, arkeologi, flora dan fauna, maupun lekuk liku kebudayaan yang berkategori ajaib, juga punya kehidupan politik yang tak kalah penuh keajaiban.

SBY DAN LAGU PLESETAN DI BLACKBERRY MESSENGER. “Jadi, lirik lagu keluhan SBY dalam gambar parodi plesetan yang beredar belakangan ini via Blackberry Messenger, sekali ini tak ‘kejadian’…..”.

Silang pendapat mengenai rencana kenaikan harga BBM sampai akhir pekan lalu, yang tadinya seakan telah menjelma menjadi pertarungan politik hidup mati, berakhir anti klimaks dengan semua pihak merasa menang. Kecewa? Bagaimana bisa kecewa kalau semua merasa menang?

Partai Golkar menyatakan diri berhasil memberi jalan keluar, dengan formula bahwa harga BBM dinaikkan bila dalam jangka 5 bulan ini ICP (International Crude Price) naik atau turun 15 persen terhadap standar APBN sekarang yang USD 105 per barrel. Partai-partai Koalisi yang tergabung dalam Setgab mengikuti formula itu dan sama-sama mengklaim memenuhi aspirasi rakyat yang tidak menghendaki kenaikan harga BBM. Padahal, ini hanya penundaan kenaikan harga, dan sewaktu-waktu pemerintah bisa menaikkan harga sesuai syarat 15 persen, tanpa perlu persetujuan DPR lagi. Masyarakat pun seakan-akan telah dituruti kemauannya, kan BBM tak jadi naik harga per 1 April?

Partai-partai politik lainnya, PDIP, Gerindra, Hanura dan PKS, pun sama-sama merasa ‘menang’ karena telah membuktikan diri telah menentang kenaikan harga BBM sesuai kehendak rakyat. Artinya, telah memenangkan hati rakyat sekali ini.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga tak kalah ‘puas’. Pemerintahannya kini mengantongi wewenang menaikkan harga BBM sesuai syarat Pasal 7 ayat 6a UU No. 22 APBN-P 2012, meski bukan sekarang. “Hampir semua usulan pemerintah, postur, asumsi dan besaran subsidi disetujui DPR”, ujarnya Sabtu 31 Maret 2012. Jadi, lirik lagu keluhan SBY dalam gambar parodi plesetan yang beredar belakangan ini via Blackberry Messenger, sekali ini tak ‘kejadian’.

Untuk keajaiban yang dihasilkan DPR, SBY menyampaikan terimakasih. Sang Presiden juga berterima kasih kepada Polri dan TNI yang telah berhasil dalam “menangani demonstrasi”. Secara ajaib, para petugas keamanan memang juga telah memenangkan apresiasi dan pujian Panglima Tertinggi dalam menjalankan tugasnya, meskipun pelaksanaan tugas itu penuh dengan kekerasan dan perilaku anarki-represif (sementara mereka sendiri tak henti-hentinya melontarkan tudingan anarkis kepada para pengunjuk rasa).

Apakah dengan demikian, ke depan ini aksi-aksi unjuk rasa akan berhenti? Unjuk rasa anti kenaikan BBM mungkin saja berhenti. Tapi pasti nanti, bila pemerintah akan menaikkan harga BBM lagi, kendati berdasar pada Pasal 7 ayat 6a yang sudah disetujui DPR itu, aksi penentangan akan marak lagi. Sementara itu, aksi unjuk rasa menentang SBY dan bahkan menuntutnya turun, sepertinya takkan berhenti. Persoalannya banyak masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa –kecuali mereka yang telah ‘dibeli’– menganggap SBY gagal dan harus dihentikan.

MASYARAKAT BEBAL? “Benarkah rakyat seringkali bebal dan sulit dibuat mengerti?”.

UNTUK rencana kenaikan BBM –yang diistilahkan dengan mengurangi atau mengalihkan subsidi– yang lalu ini sejumlah ahli berpendidikan tinggi dikabarkan telah melakukan perhitungan dengan cermat. Bila harga BBM tak dinaikkan, tergambarkan seakan Indonesia akan mengalami malapetaka. Tapi menurut hitungan Dr Kwik Kian Gie hitungan-hitungan itu tidak benar, karena banyak berdasarkan angka-angka mark-up. Dengan pengetahuan yang sederhana, kebanyakan masyarakat lebih percaya kepada hitungan Kwik Kian Gie. Telah terkonfirmasi bagi masyarakat bahwa seluk beluk pengadaan minyak impor di Indonesia selama ini memang penuh keajaiban, berlangsung kotor melalui para trader yang punya hubungan belakang layar dengan kalangan kekuasaan. Selain itu, daripada menaikkan BBM yang akan segera memukul tulang belakang rakyat miskin –walau sejumlah pemilik mobil mewah atau mahal juga ikut menikmati subsidi BBM itu– kenapa pemerintah tak lebih memilih upaya penghematan lainnya di berbagai sektor dan pemberantasan korupsi?

Sejumlah kalangan ahli yang telah hidup nyaman di lingkungan kekuasaan, seringkali mengesankan bahwa hanya yang mereka hitung dan katakanlah yang benar. Terkesan ada beberapa di antara mereka yang menganggap rakyat itu memang bebal, susah dibikin mengerti. Maka, dari dulu, banyak penguasa –yang punya penasehat dan ahli berpendidikan tinggi di sekitarnya– memilih untuk membypass saja pendapat rakyat. Jangan salah, tak semua ahli berpendidikan tinggi dengan sendirinya adalah kaum intelektual, terutama bila mereka telah menanggalkan pertimbangan etika dan kebenaran demi posisi dan profit. Prostitusi bisa terjadi di mana saja, dalam kehidupan politik maupun dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara.

Benarkah rakyat seringkali bebal dan sulit dibuat mengerti? Kalau menurut gambar plesetan yang beredar di lingkungan pengguna Blackberry Messenger ini –soal pengertian tentang rok di bawah lutut– ‘memang’ masyarakat itu gampang salah mengerti dan multi tafsir.

Jangan ada yang tersinggung ya? Kalau tersinggung oleh sesuatu yang humoristik, itu menjadi semacam keajaiban juga….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s