Dari ‘Monkey Business’ Sampai ‘Monkey Politic’

MATA rantai evolusi yang terdekat bagi manusia menurut teori Charles Darwin adalah kera (ape) dan monyet (monkey). Manusia, kera dan monyet adalah trio yang berada bersama dalam ordo primata, di antara 350 spesies. Primata atau primates (Latin) bermakna “pertama, terbaik dan termulia”. Terbaik dari trio ini adalah manusia (homo sapiens) yang berjalan tegak di atas kaki. Kera (yang tak berekor) dan monyet (yang berekor) juga bisa berjalan tegak namun tetap senang berjalan atau berlari merangkak dengan sekaligus menggunakan dua kaki dan dua tangan. Manusia hanya ‘merangkak’ bila ‘terpaksa’, misalnya bila memohon belas kasihan dari manusia lain yang lebih kuat dan berkuasa (karena punya jabatan dan atau kekayaan melimpah). Seringkali manusia yang berkuasa memang senang manusia lain ‘merangkak’ di hadapannya. Itu yang sering terjadi dalam bentuk penindasan, antar negara, antar bangsa maupun antar manusia dalam satu kelompok atau satu negara.

TOPENG MONYET ASIA. "Monyet-monyet ini dilatih dengan keras, agar mampu tampil menghibur meniru perilaku manusia: Bisa menari, naik sepeda, belanja ke pasar dan sebagainya. Selain menghibur, monyet-monyet itu juga dilatih mengemis di dekat traffic light. Latihan yang dijalani mahluk berekor ini untuk itu amat keras, dengan cambukan bila melawan atau bebal, dan diberi makan hanya bila berhasil menuruti perintah tuannya (reward and punishment). Mirip treatmen anjing Pavlov. Pada tingkat lebih ke atas, treatmen seperti ini juga diterapkan dalam menundukkan sesama manusia". (download pitara)

TOPENG MONYET ASIA. “Monyet-monyet ini dilatih dengan keras, agar mampu tampil menghibur meniru perilaku manusia: Bisa menari, naik sepeda, belanja ke pasar dan sebagainya. Selain menghibur, monyet-monyet itu juga dilatih mengemis di dekat traffic light. Latihan yang dijalani mahluk berekor ini untuk itu amat keras, dengan cambukan bila melawan atau bebal, dan diberi makan hanya bila berhasil menuruti perintah tuannya (reward and punishment). Mirip treatmen anjing Pavlov. Pada tingkat lebih ke atas, treatmen seperti ini juga diterapkan dalam menundukkan sesama manusia”. (download pitara)

Bila di antara spesiesnya sendiri saja manusia sanggup saling menindas, apalagi terhadap spesies lain, termasuk sesama intra ordo maupun inter ordo. Karena berbagai intervensi manusia, kera besar Gorilla gunung hanya tersisa kurang dari 900 di dunia ini, di Rwanda dan Uganda. Sejumlah organisasi swadaya masyarakat karenanya merasa perlu menyerukan pertolongan dunia. Di Indonesia, Orang Utan dibuat merana di habitatnya, dijadikan buruan untuk diperjualbelikan dan disuruh bunuh oleh pengusaha-pengusaha perkebunan karena dianggap hama. Untuk menyelamatkan kera ini dari kemusnahan, sejumlah sukarelawan dari berbagai penjuru dunia turun tangan untuk membangun reservasi bagi Orang Utan.

Monyet-monyet juga juga menjadi komoditi bagi manusia. Ditangkap lalu dijual ke berbagai negara untuk berbagai keperluan. Termasuk sebagai komoditas pertunjukan dan hiburan. Di beberapa negara di Asia dan juga Indonesia, dikenal hiburan topeng monyet. Monyet-monyet ini dilatih dengan keras, agar mampu tampil menghibur Continue reading

Advertisements